Selasa, 07 Februari 2012

Sabarlah Wahai Hati


Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Allah.

Kenapa harus saya yang mengalami ini?

Kenapa bukan orang lain saja?

Apa salah saya hingga Allah membiarkan saya mengalami musibah ini?

Bagaimana untuk melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini?

Mengapa hidup orang lain nampak begitu mulus dan mudah? Allah tidak adil!


Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika di pikir kembali, bijaksanakah kita kalau selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan?

Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Allah selalu mempunyai alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. lihatlah, sesungguhnya Allah ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut.

Allah tidak akan memberi dugaan yang tidak boleh dihadapi oleh hamba-Nya. Kerana itu, percayalah. Mengapa Allah memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang Anda rasakan, adalah kerana Allah tahu bahwa Anda mampu mengahadapinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang Anda alami, belum tentu mereka bisa sekuat Anda saat ini.

Setiap kesusahan yang kita alami adalah semata-mata kesempatan untuk mengasah kita menjadi peribadi yang lebih kuat. Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kilang dengan gaji tiga juta setiap bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menampung keluarga dengan usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Ya, kesulitan memperoleh pekerjaan sering kali membuat kita berfikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh duit. Jika setiap masalah kita hadapi dengan fikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapat.

Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Meski nampak bahagia di luar, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dari keluarga berada. Apapun yang ia inginkan pasti dapat. Ia memiliki kekasih yang tampan dan prihatin ,di samping masih banyak lelaki lain yang juga memujanya. Bahagiakah hidupnya? Tidak! Kedua orang tuanya telah lama bercerai, jika bertemu pun sikapnya seperti kucing dan anjing. Masing-masing telah menikah lagi. Tak ingin memilih salah satu pihak, akhirnya si gadis dan adiknya yang masih sama, memilih untuk tinggal berdua saja.

Coba Anda lihat orang-orang yang nampak bahagia. Pasti Anda akan melihat satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu juga dengan diri Anda sendiri. Jika saat ini Anda rasa mempunyai masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh. Itulah ujian yang Allah berikan sesuai dengan posisi kemampuan Anda.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar